Aku benar-benar sudah kehilangan hati yang ku genggam pasti,,,
Tidak ada unsur dalam makna buruk hati yang kumaksudkan,,
Dan mungkin ada yang bertanya-tanya, lalu apakah maksudnya ???
Inilah dia,,
Aku selalu bercerita pada bulan tentangnya,,
yang namanya selalu menggema akhir-akhir ini, ya, Pujangga Jingga,
aku mengaguminya dengan indahnya, dengan aku yang benar-benar baru,,
hampir tiap malam kukirimkan untaian syair untuk mengisi malamnya,
dan pula ku kirimkan doa untuk menjaga tiap mimpinya,,
hanya mengirimnya, tak berharap dia mengerti untuk menerimanya,,
tapi bulan selalu menguatkan penantianku, bahwa ia pasti tahu,,
Aku tersenyum dalam diamku, ketika melihatnya juga tersenyum karena hawanya yang tak ku tahu,,
Aku bersedih ketika kurasakan ada airmata menggenang untuk hawanya yang entah siapa,,
Aku memang bertanya-tanya siapa bidadari itu, yang tiap malam ia ikrarkan dalam rima,
ahhh,,,aku sempat cemburu,,
namun aku tahu, ia jauh disana, tak tergapai,,
aku tetap merindunya dalam hening,,
Dan hari itu, kudapati ia tahu apa yang kurasa,,
namun tak berakhir bahagia,
ia berkata bahwa hatinya telah termiliki oleh hawa,, bidadari indah mempesona,,
aku masih tersenyum, dalam duka,,,
namun bahagia untuknya dan bidadarinya,,
Tanpa merasa benci padanya, aku masih saja mengagumi, masih mengirimkannya untaian rima, tapi kali ini benar-benar tak ingin ia tahu, karna ia telah bahagia bersama bidadarinya,,
aku hanya merindukannya bersama bulan,,
Namun lagi-lagi hari lainnya, tiba-tiba ia mengajakku untuk menatap bulan bersamanya,,
entah apa itu nyata atau tidak,, aku tak berani menanggapinya secara langsung, takut kalau aku yang berlebihan, dan akhirnya aku harus merelakannya lagi,,
kali ini, ku anggaplah itu hanya perkataan seorang teman pada temannya,,
tanpa mungkin ia tahu, betapa sejak itu aku tak pernah berhenti menatap lekat bulan, memintanya memindai bayangan dirimu,, seolah kau ada bersamaku,, seperti janjimu,, bersama menatap bulan,,
aaahhhhhhhh,,,, aku begitu lugu,,
jelas bukan itu hanya gurauanmu pujangga biru ???
Dan kali ini,, kembali kudapati undanganmu,,
mengucapkan salam kepada cinta,, apakah aku cintamu itu ???
aku lagi-lagi tergugu,,
kau benar-benar membuatku terpenjara dalam labirin bernama "mengagumimu"
Sama seperti awal dulu,, aku tak berani menganggap itu hal yang berarti, karena kamu telah dengan tegas mengatakan bahwa sudah ada bidadari disampingmu yang memang tak kau tahu,, tapi aku mengerti,, bukan bukan aku yang kau maksudkan,,
Aku bahagia karena kamu masih mengingatku dan mengirimkan salam itu,
inilah jawabanku,, "Wa'alaikum salam calon imam syurga,"
#aku ingin menuliskan "ku" dibelakang kata syurga,, tapi tak berani,, ^0^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar