Senin, 17 Oktober 2011

Merenda Kata Untuk Sang Pujangga

Ntah kenapa aku ingin menuliskannya,,
merenda rasa yang datang menjelma lewat tarian kata di alam maya,,
Tak ada niat dalam pikirku agar engkau tahu, karena aku bukan sosok yang dahulu, yang coba menilik harapan ketikajatuh hati pada seseorang lewat percikan-percikan  tanda dan kesempatan agar seseorang itu ,menyadari bahwa aku ada dan mendambanya,,
Aku sekarang adalah sosok yang mengagumimu dalam diam dan kebiasuanku, meski hati berontak untuk sekedar menyalur rasa itu, tapi aku tetap mengagumimu dalam heningku wahang sang pujangga,,

Pujangga Rinduku,,
Maha Besar Tuhan yang telah dengan indahnya memahat wajahmu,
Maha Agung Tuhan yang telah memberkahi pikiran dan tanganmu untuk hal magis itu,,
Maha Bijak Tuhan yang telah membaguskan akhlakmu,,

Pujangga Jiwaku,,
Adakah pula cinta dan rindu yang membimbing penamu mencipta untaian bait itu ?
Atau adakah kesendirian yang melumat jarimu hingga rima-rima itu menggema ?

Pujangga hatiku,,
Kesendirian begitu melenakanku meski tak terasa sepi, hingga wujudmu seketika datang laksana topan, tak memeberikanku waktu sejenak untuk menyadari bahwa aku sudah candu, bahwa aku telah tenggelam dalam arus sajak-sajak itu,,

Pujangga cintaku,,
Tak akan pernah mulutku terbuka untuk sebuah suara yang mengandung kalimat tanya bahwa untuk siapakah syair-syair indah itu menjelma ?kemana mereka kau terbangkan ?
akan hinggap dihati siapakah mereka kau kirimkan ?
Tanya itu hanya menggema kembali di balik kebisuanku wahai sang pujangga,,

Pujangga jinggaku,,
Ku tahu kau, namun tak jua mengenalmu,,
Sosok kita bertemu namun tak menyapa, sosok kita bersisihan namun tetap masing-masing di kesendirian,, meski terkadang pandangan mata pernah bertemu,
Jika seandainya boleh sebuah senyuman sebagai jembatan,,

Pujangga kalbuku,,
Tak bisa ku jabarkan dengan apapun rasa ketika  mengagumimu,,
Mengagumi sang pemilik runtutan-runtutan kata penenang jiwa,,
Apakah dengan kata ??
Kata hanya akan terseret-seret jauh tak sanggup berpacu dengan akal sementara untuk melukis rasa kagum itu,,
Dengan suara ??
Bahkan suara membutuhkan kata,,
Dengan puja ??
Aku yakin bahwa aku memuja Tuhan yang menciptakan mu dan juga keyakinan penuh bahwa kau memuja Tuhanmu dengan patuh,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar