Pujangga hati,
Selalu ada 2 sisi yang tak pernah berhenti berseteru dalam diriku, ketika menatap layar, memantulkan untaian baitmu,,
Sisi satu, ''Ya Rabb,, seindah itukah cintanya, apakah untukku?''
Dan sisi lainnya, ''ada bidadari lain diluar sana yg dia persembahkan, yg karena bidadari itulah dia merangkai'y,''
Dan akhir yang sama selalu terjadi,
Sisi lain itulah yang terus menggema dalam pikiranku,,
Akhir'y pun sisi lain itu berkata jujur, aq tahu syafa bidadari itu, dia yang indah penuh pesona,,
Jika di izinkan untuk mengucap rasa terima kasihku hai pujangga, ku ucapkan tulus dari hati,, hati yang pernah hampir mati,, dan pernah tersirami sejuk'y syairmu,,
Berbahagialah bersama'y,
Bersama bidadarimu,,
Ku hadiahkan sebuah senyuman dan sebulir kristal bening,,
Tuhan telah menyelamatkanku sebelum aku terlanjur habis di amuk badaimu,,
Tuhan memperlihatkanku siapa bidadarimu,,
Sungguh kupercayai kuasa-Nya, ketika nanti ditarik'y kaf kepada nun, jadilah KUN,,
Dan takdir telah tertulis,,
Tapi cinta adalah ketika kau datang dan menceritakan tentang'y,, aku akan berkata,''aku bahagia jika kau bahagia'',,
*mengagumimu dalam diamku,,
Bintang akhir'y redup, bulan belum lagi sabit,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar