Kertas putih itu tersenyum,,
Setia menunggu ku bercerita, tentang cinta,,
Ku balas tersenyum padanya, getir,,
Ku bimbing pena untuk menggoresnya,
Menggoreskan tiap inci kisahku,,,
Kisah cinta,,
#Sepasang Kekasih Yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa,
Lagu yang telah berulang-ulang ku gemakan di telinga tak henti,
Bersedia menemaniku mengungkap cerita,,
Masih tentang bulan yang tak henti ku pandang,,
Aku masih setia pula bersamanya bercerita,
Seperti kesetiaan tiap paperus menggulung ceritaku,,
Bulan kali ini bertanya, "Masih kah tentang si Pujangga ?"
"Ya",, jawabku,, kelu,,,,
Dilihatnya kedalam mataku, Jingga,,
"Namun kali ini kau tidak memintaku menyampaikan pesan rindu?" Ia paham,
'"Ya",, sahutku,, bisu,,,,
"Kirimkan surat padaku, apa yang kau inginkan," tegasnya,,
"Akan kusampaikan dengan nyaring bersama angin kepadanya," sambungnya lagi,,
'Tidak",, Tolakku,,,
Bulan hening,,,,,
Aku senyap,,,,,
Mata kami beradu, menatap,,,
Angin membisu,,,
"Sampaikan doaku", desahku akhirnya,, mengalah,,,,
'Kau sudah sering pula mengirim doa padanya" Protes bulan,
angin menderu, tanda setuju,,
"kali ini tak akan pernah sama, dan pasti akan jadi penutup segala doa", sahutku membela,,
"Katakan.........." Bulan dan angin menyerah,,
Malam mulai membelai mataku untuk menutup,,,
Syahdu, Biru,, Hening,, Senyap,,, Diam,,,,,
"Sudahkah kau kirimkan?" tanyaku,,
"Yakinlah dia akan mendengarnya",, sahut bulan menenangkan,,
Aku tersenyum,, Pilu,,
"Sampaikan padaku apa doamu kali ini?" tanyanya ingin tahu,,
"Hanya ingin agar dia bangkit kembali, melupakan segala keburukan yang pernah dialaminya, tersenyum menanti hal di depan sana, segera menghapus airmata, karna itu tak ada gunanya",,
" kau harus tersenyum lebih dulu untuk itu",, kata bulan menenangkan
"YA",, aku memberi keyakinan,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar